Halo Goldeners, siapa di sini yang merasa bagian Reading adalah sesi paling melelahkan saat tes IELTS berlangsung? Seringkali kita merasa sudah paham isi teksnya, tapi ternyata jawaban yang dipilih malah kurang tepat saat dicek kembali. 

Reading memang bukan sekadar membaca, tapi tentang strategi menemukan informasi spesifik di antara ribuan kata dalam waktu yang terbatas.

Nah, supaya kamu gak terjebak di lubang yang sama, mimin udah rangkum kesalahan-kesalahan yang sering banget terjadi, plus cara menghindarinya.

1. Mengabaikan Instruksi Soal yang Sepele tapi Fatal

Instruksi soal adalah pedoman utama yang menentukan format jawabanmu diterima atau digugurkan oleh sistem penilaian. Banyak peserta kehilangan poin berharga hanya karena mereka merasa terlalu percaya diri dan melewatkan detail kecil pada kalimat perintah di atas pertanyaan.

Seringkali instruksi dibaca sekilas oleh peserta karena merasa dikejar waktu yang sangat ketat. Kesalahan paling umum yang terjadi di sini berkaitan dengan batasan jumlah kata. Misalnya, instruksi tertulis “NO MORE THAN TWO WORDS”, namun kamu menjawab dengan tiga kata yang sebenarnya maknanya sama. 

Meskipun secara konten jawabanmu benar, dalam aturan IELTS, jawaban tersebut otomatis dianggap salah.

2. Terjebak Membaca Setiap Kata (Over-reading)

Over-reading adalah kebiasaan membaca teks kata per kata dari awal hingga akhir dengan harapan memahami seluruh konteks cerita secara mendalam. Cara ini sangat tidak efisien dalam IELTS karena kamu tidak sedang membaca novel untuk hiburan, melainkan sedang berburu data.

Waktu yang diberikan hanya 60 menit untuk menyelesaikan 40 soal dari tiga bacaan panjang yang topiknya seringkali akademis dan berat. Jika kamu mencoba memahami setiap kalimat, waktu akan habis bahkan sebelum kamu menyentuh passage ketiga.

Penting untuk dipahami bahwa kamu hanya perlu memahami bagian yang relevan dengan pertanyaan saja. Teknik skimming (membaca cepat untuk ide utama) dan scanning (mencari detail spesifik) harus digunakan secara bergantian.

3. Kesulitan Membedakan False dan Not Given

Perbedaan mendasar antara False dan Not Given adalah ketersediaan informasi dalam teks; False berarti informasi di soal berlawanan dengan teks, sedangkan Not Given berarti informasi tersebut tidak disebutkan sama sekali. Ini adalah area yang paling sering membingungkan bahkan untuk peserta dengan level bahasa Inggris advanced.

Banyak Goldeners yang terjebak asumsi pribadi saat mengerjakan tipe soal ini. Ketika informasi di soal tidak ditemukan secara eksplisit, otak kita cenderung mencoba menghubung-hubungkan fakta logis yang kita tahu dari luar teks.

Kesalahan umum dalam IELTS Reading tipe ini biasanya terjadi karena kamu terlalu memikirkan makna tersirat yang terlalu jauh.

3. Panik Saat Bertemu Kosakata Asing

Menemukan kosakata akademik yang asing atau sangat teknis adalah hal yang pasti terjadi dan wajar dalam setiap tes IELTS Reading. Reaksi panik saat melihat kata yang tidak diketahui artinya justru akan memblokir kemampuan berpikir logis dan membuang waktu berhargamu.

Pembuat soal IELTS sengaja memasukkan kata-kata tingkat tinggi untuk menguji kemampuanmu menebak makna dari konteks kalimat. Seringkali, kata sulit tersebut sebenarnya tidak krusial untuk menjawab soal, atau definisinya sudah dijelaskan pada kalimat sebelumnya atau sesudahnya.

Terpaku pada satu kata yang tidak kamu tahu artinya hanya akan membuatmu kehilangan fokus pada kalimat lain yang lebih penting. 

Kamu harus melatih diri untuk menebak makna kata berdasarkan kalimat di sekitarnya. Perhatikan apakah kata tersebut bermuatan positif atau negatif, atau apakah itu merupakan kata benda, kerja, atau sifat.

Baca Juga: Strategi Skimming dan Scanning IELTS Reading agar Cepat dan Akurat

4. Manajemen Waktu yang Buruk di Setiap Section

Manajemen waktu yang buruk ditandai dengan menghabiskan lebih dari 20 menit pada passage pertama yang biasanya paling mudah, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk passage ketiga yang paling sulit. Kegagalan membagi waktu adalah alasan utama mengapa skor Reading banyak peserta jeblok di bawah target.

Banyak yang tidak menyadari bahwa tingkat kesulitan teks biasanya meningkat dari passage 1 ke passage 3. Jika kamu menghabiskan 25 menit di bagian pertama karena ingin memastikan semua jawaban benar, kamu sedang mengorbankan peluang poin di bagian akhir.

Disarankan untuk menerapkan strategi waktu yang progresif, bukan membagi rata 20 menit per teks. Cobalah selesaikan passage 1 dalam 15-17 menit, passage 2 dalam 20 menit, sehingga kamu punya sisa waktu sekitar 23 menit untuk passage 3 yang paling menantang.

5. Tidak Melakukan Pengecekan Ulang

Pada tes berbasis kertas (Paper-based), kesalahan fatal sering terjadi saat proses memindahkan jawaban dari buklet soal ke lembar jawaban (Answer Sheet). Berbeda dengan Listening, pada sesi Reading kamu tidak diberikan waktu tambahan 10 menit khusus untuk memindahkan jawaban di akhir sesi.

Banyak peserta yang baru sadar tentang aturan ini saat pengawas ujian meneriakkan waktu tinggal 5 menit lagi. Akibatnya, jawaban dipindahkan dengan panik, tulisan tangan menjadi tidak terbaca, atau bahkan salah nomor urut.

Untuk tes berbasis komputer (Computer-delivered), masalahnya sedikit berbeda namun tetap ada risiko. Kesalahan typo atau salah klik sering terjadi jika tidak dicek ulang. 

Selalu sisihkan waktu setidaknya 2-3 menit di akhir sesi untuk meninjau kembali semua jawaban yang sudah kamu input.

Strategi Ampuh Menghindari Kesalahan Reading

Kunci utama menghindari kesalahan adalah dengan mengenali pola soal dan berlatih secara konsisten dengan simulasi waktu nyata. Berikut adalah beberapa langkah taktis yang bisa kamu terapkan mulai sekarang:

  • Lakukan Skimming Terlebih Dahulu: Jangan langsung baca detail. Baca judul, sub-judul, dan kalimat pertama setiap paragraf untuk mendapatkan gambaran besar atau main idea dari teks tersebut sebelum melihat soal.
  • Garis Bawahi Kata Kunci: Saat membaca soal, langsung temukan kata kuncinya (nama, tahun, tempat, atau kata benda spesifik). Gunakan kata kunci ini sebagai navigasi saat memindai teks bacaan.
  • Perkaya Sinonim dan Parafrase: IELTS Reading adalah tes tentang sinonim. Jawaban di teks hampir tidak pernah menggunakan kata yang persis sama dengan di soal. Catat setiap sinonim baru yang kamu temukan saat latihan.
  • Analisis Kesalahanmu: Jangan hanya cek skor akhir. Bedah kembali kenapa kamu salah di nomor tertentu. Apakah karena kurang teliti, tidak paham vokabuler, atau terjebak distraktor? Memahami pola kesalahanmu sendiri adalah cara terbaik untuk tidak mengulanginya.
  • Simulasi Waktu Nyata: Biasakan mengerjakan latihan soal dengan timer yang ketat. Kondisikan dirimu berada di bawah tekanan waktu agar tidak kaget saat hari H ujian.

Latihan Strategi Saja Tidak Cukup, Butuh Bimbingan yang Tepat

Goldeners, mimin tahu kamu udah baca banyak tips dan strategi. Tapi kenyataannya, tanpa pendampingan yang tepat, kamu bisa jatuh ke kesalahan yang sama terus-menerus. Apalagi kalau kamu belajar sendirian, bisa jadi kamu gak sadar kesalahanmu di Reading section selama ini.

Nah, biar kamu bisa siap 100% menghadapi bagian Reading, langsung aja gabung di kursus IELTS online bergaransi dari Golden Online Class. 

Di sini kamu bakal dibimbing langsung sama tutor expert yang tahu pola soal dan jebakan di IELTS Reading.