Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk beasiswa LPDP, salah satu langkah krusial yang nggak boleh asal-asalan adalah memilih program studi dan universitas. 

Yup, ini bukan cuma soal jurusan favorit atau negara impian. Pilihan kamu akan menentukan kekuatan proposal, peluang lolos, sampai kesiapan akademik di masa depan.

Mimin tahu, banyak dari kalian yang masih bingung gimana cara nentuin program studi yang match sama LPDP. So, di artikel ini mimin bakal bantu kamu ngebongkar strategi lengkapnya.

Kenapa Pemilihan Program Studi dan Kampus Sangat Krusial di LPDP?

Pemilihan program studi dan universitas jadi aspek penilaian penting karena LPDP ingin tahu: seberapa matang kamu merencanakan masa depan.

Mereka gak hanya lihat kamu cocok belajar di kampus mana, tapi juga menilai, apakah jurusan yang kamu pilih bisa bantu kamu memberi kontribusi nyata untuk Indonesia?

Masalahnya, banyak pelamar LPDP yang asal pilih jurusan karena ikut-ikutan tren. Misal, semua apply Public Policy, padahal latar belakang mereka di IT. Atau daftar kampus ranking top dunia tapi programnya nggak nyambung dengan isu yang ingin diselesaikan di Indonesia. Ini sering banget jadi penyebab gagal di tahap wawancara.

Jadi, bukan soal sekeren apa universitasnya, tapi seberapa logis dan relevan pilihan kamu dengan tujuan jangka panjang.

Langkah 1: Pahami Visi dan Prioritas LPDP

LPDP punya prioritas bidang keilmuan yang harus kamu pahami. Mereka nggak sembarang kasih beasiswa. Ada bidang prioritas nasional yang jadi fokus pendanaan, seperti:

  • Teknologi dan rekayasa
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Pertanian dan pangan
  • Energi terbarukan
  • Ekonomi kreatif dan digital

Kalau kamu milih jurusan di luar bidang ini, bukan berarti langsung gugur sih, tapi kamu wajib menjelaskan kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Jadi, jangan sekadar pengin kuliah di luar negeri, tapi pikirkan kontribusi baliknya.

Kamu bisa download dokumen resmi prioritas LPDP di situs resminya, dan cocokin dengan latar belakang kamu sekarang. Ini semacam template awal buat menyusun alasan kuat di esai dan wawancara nanti.

Langkah 2: Tentukan Minat, Potensi, dan Latar Belakangmu

Program studi ideal adalah kombinasi antara passion, latar belakang akademik, dan potensi kontribusi. LPDP suka dengan kandidat yang punya track record di bidang yang konsisten. Misalnya:

  • Latar belakang: S1 Pendidikan Bahasa Inggris
  • Minat: Ingin mengembangkan metode pembelajaran inovatif
  • Program studi: MA in Education Technology atau TESOL

Kalau kamu tiba-tiba mau ambil master di bidang Data Science padahal S1-nya Psikologi dan belum pernah kerja di tech industry, tanpa alasan kuat, ya bisa dianggap aneh. Kecuali kamu bisa ngasih narasi perubahan karier yang masuk akal dan dibutuhkan negara.

Intinya, jangan terjebak di dua ekstrem: terlalu idealis tapi nggak realistis, atau terlalu pragmatis tapi nggak relevan. Gabungkan ketiganya dalam narasi personal kamu.

Langkah 3: Riset Program Studi secara Spesifik

Jangan hanya cari nama universitas, tapi dalami isi program studi. Banyak yang cuma nulis University of Melbourne – Master of Public Policy tanpa tahu kurikulum dan fokus programnya. Tips riset yang bisa kamu lakukan:

  • Buka halaman resmi fakultas dan cari silabus atau module handbook
  • Periksa mata kuliah inti (core modules) dan pilihan (electives)
  • Lihat profil dosen dan bidang risetnya
  • Cari tahu alumni dan proyek yang pernah dilakukan

Kamu juga bisa bandingkan beberapa universitas untuk bidang yang sama. Misalnya, antara UCL dan University of Edinburgh untuk Education Policy, mana yang lebih cocok dengan goal kamu?

Bahkan lebih keren kalau kamu bisa mention nama profesor atau lab riset yang pengin kamu ikuti. Itu menunjukkan riset kamu dalam dan serius.

Langkah 4: Pilih Universitas yang Diakui LPDP dan Sesuai Target

LPDP hanya menerima universitas dari daftar yang sudah disetujui (Daftar Perguruan Tinggi LPDP). Jadi pastikan kamu cek daftar ini dulu, jangan sampai salah pilih. Beberapa pertimbangan saat memilih universitas:

  • Akreditasi & Reputasi: Pastikan masuk daftar top global (QS, THE, dll.)
  • Bahasa Pengantar: Kalau kamu belum IELTS 6.5 atau 7.0, pilih yang syarat bahasanya realistis
  • Lokasi & Biaya Hidup: Jangan lupakan ini. Kuliah di London beda banget biayanya sama kota kecil di Jerman
  • Ketersediaan Program: Ada program 1 tahun dan 2 tahun. Sesuaikan dengan rencana kontribusimu

Dan ya, jangan lupa, semakin populer universitas, makin ketat pula kompetisinya. Kalau kamu merasa profilmu masih belum stand out, bisa pertimbangkan kampus dengan kualitas bagus tapi belum terlalu mainstream.

Langkah 5: Cocokkan Program Studi dengan Rencana Kontribusi

Rencana studi kamu harus nyambung langsung ke rencana kontribusi pasca studi. Ini akan dinilai di esai dan wawancara. Misalnya:

  • Kamu mau bantu reformasi kurikulum Bahasa Inggris di daerah 3T -> ambil program TESOL atau Curriculum Studies
  • Kamu ingin kembangkan startup agritech -> ambil Master of Agriculture Innovation

Kalau jurusan yang kamu ambil terasa ngambang dan nggak nyambung sama impianmu bantu Indonesia, peluang lolos bisa turun drastis.

Langkah 6: Konsultasi dengan Alumni dan Mentor LPDP

Dapatkan insight dari mereka yang sudah lolos dan pernah kuliah di program studi incaranmu. Kadang, informasi paling penting justru datang dari percakapan informal, bukan dari brosur resmi.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan:

  • Apakah programnya terlalu teoritis atau aplikatif?
  • Apa tantangan terbesar di kampus tersebut?
  • Gimana pengalaman adaptasi akademik dan sosial?
  • Tips apa untuk memperkuat proposal?

Kamu bisa gabung komunitas LPDP di LinkedIn, Telegram, atau ikut webinar LPDP. Bahkan beberapa alumni dengan senang hati bantu review proposal kamu kalau kamu aktif bertanya dengan sopan.

Persiapan IELTS Jadi Fondasi Utama

Nah, setelah kamu menentukan program studi dan universitas, langkah selanjutnya yang krusial adalah persiapan IELTS. Semua universitas luar negeri (apalagi yang top tier) pasti minta skor IELTS, minimal 6.5-7.0.

Sayangnya, banyak yang gagal daftar LPDP cuma karena belum siap di aspek bahasa Inggris. Padahal, ini bisa dipersiapkan sejak awal, asal kamu tahu jalurnya.

Buat kamu yang serius ingin tembus LPDP dan kuliah di kampus impian, mimin sarankan banget ikut kursus IELTS online bergaransi dari Golden Online Class. Ada 3 pilihan paket:

  • IELTS Smart: Buat pemula yang ingin kuasai 2 skill dulu (misalnya Writing & Speaking)
  • IELTS Pro: Paket all-skill lengkap dengan evaluasi rutin
  • IELTS Mastery: Buat kamu yang ingin skor 7.5+ dengan sesi intensif dan pendampingan ketat

Semua kelasnya online, live, dan interaktif, bukan video rekaman doang. Plus, ada jaminan skor sesuai target kamu. Jadi, kamu nggak buang waktu dan uang sia-sia.

Yuk Goldeners, jangan cuma mimpi LPDP tapi belum siap dengan fondasinya. Segera daftar di kursus IELTS online bergaransi dan mulai langkah besar kamu menuju masa depan!