Buat kamu yang lagi serius nyiapin IELTS, Speaking Part 3 sering terasa seperti bos terakhir. Kenapa? Karena bagian ini menguji kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan opini yang jelas, bukan cuma jawab pertanyaan ringan. Kalau kamu pengen dapat band tinggi, Part 3 wajib kamu taklukkan.
Tenang, Goldeners. Mimin udah siapin 10 tips menjawab pertanyaan IELTS Speaking Part 3 yang bisa bantu kamu tampil lancar dan percaya diri. Simak satu per satu, dan jangan lupa latihan terus ya!
1. Gunakan Metode A.R.E.A untuk Struktur Jawaban
Metode A.R.E.A adalah kerangka berpikir taktis yang terdiri dari Answer, Reason, Example, dan Alternative/Assertion untuk membantu peserta menyusun jawaban yang terstruktur, padat, dan logis secara spontan.
Menggunakan struktur ini akan menyelamatkanmu dari kebingungan saat harus menjawab cepat. Tanpa struktur, jawabanmu berisiko melantur ke mana-mana tanpa arah yang jelas.
- Answer: Jawab pertanyaan secara langsung (direct answer).
- Reason: Berikan alasan kenapa kamu menjawab demikian.
- Example: Berikan contoh nyata atau ilustrasi umum untuk memperkuat alasan.
- Alternative/Assertion: Tutup dengan kesimpulan atau sudut pandang alternatif.
Penerapan metode ini membuat jawabanmu terdengar sangat akademis dan rapi. Penguji akan lebih mudah mengikuti alur pikiranmu, yang mana ini akan mendongkrak skor Fluency and Coherence kamu secara signifikan.
2. Hindari Jawaban yang Terlalu Personal (Generalisasi)
Generalisasi dalam konteks IELTS Speaking Part 3 adalah teknik menjawab pertanyaan dengan menggunakan sudut pandang masyarakat umum atau kelompok orang banyak, bukan sekadar pengalaman pribadi semata.
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah terlalu banyak menggunakan kata “I” (Saya) dan menceritakan kisah pribadi yang tidak relevan.
Ingat, pertanyaannya tentang isu dunia, bukan curhat tentang dirimu. Ubahlah subjek kalimatmu dari “I” menjadi “People”, “The majority of society”, “The government”, atau “Youngsters”.
3. Jangan Takut Pakai Opini Pribadi
Part 3 memang menuntut pendapat, jadi jangan ragu untuk bilang ‘I believe’ atau ‘In my opinion’.
Tapi ingat ya, IELTS bukan nyari opini yang benar, mereka cuma mau lihat apakah kamu bisa menyampaikan pendapat kamu dengan jelas dan mendukungnya dengan alasan.
Mimin sering lihat peserta terlalu hati-hati karena takut opininya nggak sesuai ekspektasi. Padahal, selama kamu menjelaskan dengan logis dan berbahasa baik, semua opini itu valid.
4. Hindari Jawaban Satu Kalimat
Jawaban yang terlalu pendek bikin kesan kamu nggak percaya diri dan gak fluent. Kamu gak harus bicara panjang lebar, tapi pastikan jawaban kamu punya konten yang cukup.
Kalau kamu cuma jawab “Yes, I agree”, lalu diam, nilai kamu bisa turun. Tambahkan satu dua kalimat pendukung atau contoh kecil.
Ingat, kamu punya waktu sekitar 4-5 menit untuk sesi ini. Jadi manfaatkan untuk menunjukkan variasi grammar dan kosa kata kamu.
5. Jangan Takut Menyatakan Ketidakpastian
Kamu boleh menunjukkan keraguan selama tetap logis. IELTS tidak menuntut jawaban mutlak benar atau salah.
Kalimat seperti “I’m not completely sure, but I think…” justru menunjukkan kemampuan berpikir kritis. Ini sering dinilai positif oleh examiner.
Yang penting, setelah menyatakan keraguan, kamu tetap memberi alasan. Jangan berhenti hanya di “I don’t know”.
6. Latihan dengan Pertanyaan Bertema Abstrak
Topik Part 3 sering bersifat abstrak seperti pendidikan, budaya, teknologi, atau lingkungan. Latihan dengan topik ini akan sangat membantu.
Coba biasakan menjawab pertanyaan seperti perbandingan masa lalu dan masa depan, dampak sosial, atau opini umum masyarakat. Ini pola yang sering keluar.
Latihan rutin membuat otakmu terbiasa berpikir cepat dalam bahasa Inggris. Lama-lama, jawaban akan keluar lebih spontan.
Baca Juga: Materi Kursus IELTS Speaking Part 1-3 Lengkap dengan Contoh
7. Jaga Kontak Mata dan Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh dalam tes IELTS adalah komunikasi non-verbal yang mencakup kontak mata, ekspresi wajah, dan gestur tangan yang membantu menyampaikan pesan serta menunjukkan kepercayaan diri peserta.
Meskipun yang dinilai adalah suara (audio), tapi interaksi tatap muka sangat mempengaruhi psikologis. Jangan menunduk atau melihat ke langit-langit terus menerus.
Anggaplah penguji itu teman diskusi di kafe. Kontak mata yang baik membuatmu terlihat yakin dengan argumenmu. Selain itu, senyum juga membantu merilekskan otot rahang sehingga pelafalan (pronunciation) menjadi lebih jelas.
8. Jangan Takut Berbeda Pendapat
Kebebasan berpendapat dalam IELTS Speaking adalah prinsip bahwa peserta tidak harus setuju dengan premis pertanyaan atau pandangan umum, selama argumen yang disampaikan didukung oleh alasan logis dan bahasa yang tepat.
Banyak Goldeners yang cari aman dengan selalu setuju. Padahal, disagreeing (tidak setuju) bisa menjadi ladang poin yang bagus karena kamu bisa menggunakan frasa kontradiktif yang kompleks.
9. Gunakan Signposting Words (Penanda Wacana)
Signposting words adalah kata sambung atau frasa transisi yang berfungsi sebagai rambu-rambu lalu lintas dalam pembicaraan, membantu pendengar memahami arah argumen dan perpindahan ide.
Ibarat peta, signposting memberitahu penguji: “Saya mau mulai poin baru lho”, atau “Saya mau kasih contoh nih”. Gunakan kata-kata seperti:
- To begin with… (Untuk memulai)
- Furthermore / Moreover… (Selain itu)
- Consequently… (Akibatnya)
- On the other hand… (Di sisi lain)
10. Latihan Intensif dengan Partner atau Mentor
Latihan dengan partner adalah simulasi tes yang dilakukan bersama orang lain untuk membiasakan diri dengan tekanan tanya-jawab spontan dan mendapatkan umpan balik objektif mengenai performa berbicara.
Teori saja tidak cukup. Kamu butuh jam terbang. Masalah utama belajar sendiri (self-study) untuk speaking adalah tidak ada yang mengoreksi grammar atau pronunciation kamu secara real-time. Kamu mungkin merasa sudah benar, padahal logatnya masih medok atau tenses-nya berantakan.
Mimin sarankan cari partner latihan yang level bahasa Inggrisnya di atas kamu, atau lebih baik lagi, seorang mentor profesional. Mereka bisa memberikan feedback tajam tentang area mana yang perlu diperbaiki.
Persiapan IELTS Matang Bersama Golden Online Class
Program persiapan IELTS di Golden Online Class adalah solusi belajar komprehensif yang dirancang untuk membantu peserta menguasai strategi menjawab semua sesi IELTS, termasuk Speaking Part 3, dengan bimbingan tutor berpengalaman.
Di Golden Online Class, Mimin dan tim tutor sudah menyusun kurikulum yang tidak hanya fokus pada teori, tapi praktik gila-gilaan. Kami tahu bahwa Tips Menjawab Pertanyaan IELTS Speaking Part 3 ini butuh pembiasaan.
Di kelas kami, kamu akan dipaksa ngomong, didesak untuk berpikir kritis, dan dikoreksi langsung saat itu juga. Mentalmu akan ditempa supaya nggak kaget lagi ketemu examiner bule.
Kalau kamu butuh partner sparring yang jago dan bisa kasih garansi peningkatan skor, yuk gabung bareng kita di kursus IELTS online bergaransi. Siapkan dirimu sekarang, dan buat penguji terpukau dengan jawaban-jawaban cerdasmu!

